グリーン・デジタル・トランスフォーメーション、ESG透明性、循環経済開示:企業サステナビリティ・パフォーマンスの決定要因
Green Digital Transformation, ESG Transparency , and Circular Economy Disclosure: Determinants of Corporate Sustainability Performance (原題)
Jennifer Haryanto, Jessica Naitkafun, Saskia Ayu Wandini, Marsha Gita Widyanti, Kurniawan Dwi Julianto, Moch Afan Akbar, Maria Yovita R.Pandin
🤖 gxceed AI 要約
日本語
インドネシア証券取引所上場・ASSRAT評価30社を対象に、グリーンDX・ESG透明性・循環経済開示が企業サステナビリティ性能に与える影響を検証。グリーンDXと循環経済開示は正に有意、ESG透明性は非有意。3変数で分散の45.9%を説明し、開示と実践の乖離を示唆する。
English
A quantitative study of 30 Indonesian-listed firms rated by ASSRAT 2023 examines how green digital transformation, ESG transparency, and circular economy disclosure affect corporate sustainability performance. Green digital transformation and circular economy disclosure are positive and significant; ESG transparency is not. The three variables explain 45.9% of variance, suggesting disclosure may not reflect real practice.
Unofficial AI-generated summary based on the public title and abstract. Not an official translation.
📝 gxceed 編集解説 — Why this matters
日本のGX文脈において
新興国上場企業における開示と実践の乖離という論点は、日本企業の統合報告書・SSBJ対応でも「形式開示か実質取組か」を問う材料になる。循環経済開示の評価軸は国内のサーキュラーエコノミー戦略とも接続可能。
In the global GX context
Adds emerging-market evidence to the global disclosure debate (ISSB/CSRD) that transparency alone does not guarantee sustainability performance, reinforcing the shift toward transition-plan and substance-based assessment. Useful comparative case for circular-economy disclosure metrics.
👥 読者別の含意
🔬研究者:開示の透明性と実質的パフォーマンスの乖離を、新興国データで検証した実証例として参照できる。
🏢実務担当者:ESG情報開示を増やすだけでなく、グリーンDXと循環経済の実装を伴わせる必要性を示す。
🏛政策担当者:開示義務の設計において、形式開示より実質的取組を促す仕組みの重要性を示唆する。
📄 Abstract(原文)
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Green Digital Transformation, ESG Transparency, dan Circular Economy Disclosure terhadap Corporate Sustainability Performance pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan transformasi digital, keterbukaan informasi ESG, serta penerapan ekonomi sirkular dalam strategi bisnisnya guna meningkatkan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Sampel penelitian terdiri atas 30 perusahaan yang memperoleh peringkat Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRAT) tahun 2023 dan secara konsisten menerbitkan sustainability report. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap Corporate Sustainability Performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Digital Transformation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Corporate Sustainability Performance, yang mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang berorientasi pada efisiensi sumber daya dan inovasi hijau mampu meningkatkan kinerja keberlanjutan perusahaan. Circular Economy Disclosure juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Corporate Sustainability Performance, sehingga semakin baik pengungkapan praktik ekonomi sirkular, semakin tinggi pula kinerja keberlanjutan perusahaan. Sebaliknya, ESG Transparency tidak berpengaruh signifikan terhadap Corporate Sustainability Performance, yang menunjukkan bahwa keterbukaan informasi ESG belum tentu mencerminkan implementasi praktik keberlanjutan yang nyata. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 45,9% variasi Corporate Sustainability Performance, sedangkan 54,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi digital hijau dan penerapan ekonomi sirkular sebagai strategi utama dalam meningkatkan keberlanjutan perusahaan.
🔗 Provenance — このレコードを発見したソース
- openalex https://joecy.org/index.php/joecy/article/view/12329first seen 2026-10-05 05:27:22
🔔 こうした論文の新着を逃したくない方は キーワードアラート に登録(無料・3キーワードまで)。
gxceed は公開メタデータに基づく研究支援データセットです。要約・翻訳・解説は AI 支援で生成されています。 最終的な解釈・検証は利用者が原典資料に基づいて行うことを前提とします。